LKSA DARUL ARQOM - Adri Siswanto Santri Panti Asuhan Darul Arqom menjadi khotib Sholat Jum'at di SMK MUTU Pasuruan. (7/2/2025).
![]() |
Khutbah Jum'at oleh Adri Siswanto |
Adri yang sekarang menempuh Kuliah S1 di Mahaj Umar bin Khatab Universitas Muhammadiyah Surabaya juga lulusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK MUTU tahun 2019.
Dihadapan jama'ah jum'ah yang terdiri dari siswa dan guru SMK MUTU, Adri membawakan materi dengan tema "Aktualisasi Nilai Tauhid dalam kehidupan sehari-hari".
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Khutbah pertama.
Muqoddimah… syahadatain… sholawat… ayat-ayat tentang takwa…
Jama’ah salat jum’at yang mencari ridho dan rahmat, puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan kepada kita kesehatan dan kesempatan untuk hadir di tempat yang mulia ini dalam rangka melaksanakan salat jum’at.
Sholawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita baginda Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam karena atas berkat jasa beliaulah kita bisa merasakan sempurnanya Islam, nikmatnya Iman serta indahnya Al-Qur’an.
Jama’ah salat jum’at yang mencari ridho Allah subhanahu wa ta’ala, di momen yang indah ini marilah kita meningkatkan Takwa dari dalam hati berlandaskan Iman kepada Allah zat yang Maha Suci. Dalam kajian etimologi (تقوى) berasal dari Masdar (اتقَى - يتقِى) yang berarti menjaga diri dari segala yang membahayakan atau membawa mudhorot (kebinasaan).
Umar bin Abdul Aziz mendefinisikan Takwa adalah meninggalkan segala yang haram dan menunuaikan segala yang diperintahkan. Lantas bagaimana buah yang bisa kita rasakan dari pohon ketakwaan ini? Murid yang hormat serta patuh kepada gurunya dan guru yang sayang serta pandai dalam memenuhi kebutuhan murid-muridnya adalah salah satu bagian dari buah ketakwaan.
Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan orang yang lebih tua dan tidak menyayangi yang lebih muda”. (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).
Jama’ah sholat jum’at yang dimuliakan Allah, di zaman modern dengan akses informasi yang begitu mudah memang memberikan banyak manfaat, namun juga memberikan dampak negatif yang begitu besar bagi orang yang tidak bisa mengawal diri dan hawa nafsunya dalam menggunakan teknologi dan mengakses informasi-informasi.
Sehingga kita sering mendengar berita-berita tentang orang Islam yang sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman.
Jama’ah, dari sejarah kehidupan Nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita “treatment” atau cara yang harus kita lakukan dalam memperbaiki sebuah generasi, yaitu dengan kembali memperbaiki yang paling fundamental dalam diri seseorang yaitu hati dan memperbaiki cara berpikir seseorang.
Nabi shollallahu alaihi wa sallam 13 tahun memperbaiki hati dan pola pikir para sahabat di Kota Mekkah dengan penuh rasa tidak nyaman, tempaan, cacian bahkan siksaan yang sudah menjadi hidangan para sahabat sehari-hari, namun dengan kesabaran, ketabahan berdiri tegak dalam kebenaran menjadikan mereka harum dan dikenang sepanjang zaman, tidak mudah namun Allah yang menguatkan.
Dan syarat untuk mengembalikan Islam sebagaimana asalnya adalah umat Islam harus kembali menempuh jalan yang pernah dilalui oleh para generasi emas umat Islam yaitu jalannya Nabi shollallahu alaihi wa sallam dan para sahabat.
Jama’ah yang mencari ridho Allah, langkah awal yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kita mengaktualisasikan nilai-nilai Tauhid dalam kehidupan kita. Ada tiga hal yang paling mendasar perlu kita jaga dan perhatikan, yaitu kita harus menjadi orang yang caper, nurut dan setia kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Bagaimana itu?...
Caper (cari perhatian) adalah semua kegiatan, perkataan dan perbuatan yang kita lakukan semata-mata mencari perhatian serta ridho-Nya.
Seperti seorang pemuda/pemudi yang senantiasa memanfaatkan setiap kesempatan agar dia bisa mendapatkan perhatian dari orang yang ia cintai bahkan tidak jarang ada seorang pelajar datang ke sekolah bukan untuk menimba ilmu tapi semangat datang ke sekolah agar bisa bertemu dengan “doi-nya”, maka kita alihkan itu semua kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata.
Sebagaimana sabda Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam “Sesungguhnya seluruh perbuatan tergantung pada niat dan bagi setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan...”. kemudian yaitu “Nurut”
Nurut, ketika seseorang mau melakukan hal-hal yang menurut orang lain “aneh” namun dia mau melakukannya dengan senang hati maka disitulah puncak seseorang dikatakan nurut/taat.
Seperti seorang cowo yang rela menempuh jarak yang jauh walaupun kondisi hujan deras tapi cowo tersebut berkorban agar bisa memenuhi keinginan orang yang dia cintai. Pengorbanan seperti ini pula kita alihkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena dialah Tuhan yang sangat baik dan senantiasa memenuhi kebutuhan kita. Dan yang terakhir adalah “Setia”.
Setia adalah kondisi orang yang tetap memilih satu walaupun banyak godaan untuk mendua, mentiga, dan seterusnya sebab dia Ikhlas, tulus, dan bersyukur atas apa yang telah dimilikinya. Dan ini adalah tingkatan “value” tertinggi seseorang dan Allah pun telah menegaskan dalam Al-Qur’an:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar." QS. An-Nisa'[4]:48
Jama’ah yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala, dengan demikian marilah kita senantiasa untuk memperhatikan serta menjaga agar caper, nurut dan kesetiaan kita, kita persembahkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Khutbah ke dua
Pujian kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta sholawat.
Jama’ah sholat jum’at Dewan Guru serta Siswa/Siswi Smk Mutu yang saya cintai karena Allah. Ada salah satu istilah yang sering sekali disalah pahami oleh generasi sekarang yaitu tentang pemaknaan “Cinta” yang sering dikaitkan dengan “Syahwat” kepada lawan jenis padahal ini adalah dua hal yang sangat berbeda.
Cinta adalah sesuatu hal yang sangat suci nan sakral yang Allah titipkan kepada manusia. Cinta bisa menjadi motor penggerak yang bisa mengantarkan kita kepada tujuan serta menjadi penguat kesabaran dalam menempuh jalan menuju tujuan kita. Itulah mengapa seseorang yang hobi mancing mampu bersabar bertahan menunggu ikannya dapat.
Ada sebuah do’a yang diajarkan baginda Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam agar kita bisa mengolah, mempersembahkan serta menjaga agar “Cinta” kita tempatkan kepada hal yang benar. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi: 3235, Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda:
الَلَّهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ اِلَى حُبِّكَ .
“Ya Allah, aku memohon agar dapat mencintai-Mu, dan mencinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu.”
Do’a ini bisa teman-teman baca ketika waktu mustajab do’a seperti ketika waktu turunnya hujan, jeda antara adzan dan iqomah, dan di waktu setelah ashar di hari jum’at ataupun di waktu mustajab do’a lainnya.
Penutup… dan Do’a…